Minggu, 24 Maret 2013

Terapi Qur'ani untuk Kesehatan

Data Pustaka:
Judul: Lantunan Qur'an untuk Penyembuhan
Penulis: Ir. Abd. Daim al-Kaheel
Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta
Terbit: Pertama, Agustus 2012.
Tebal: 226 halaman

Rasalullah menyebut wahyu yang diturunkan padanya dengan asy-syifa' (obat). Sejak 14 abad lalu Al Qur'an telah terbukti dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik penyakit psikis maupun biologis.

Namun, karena teknologi kedokteran belum secanggih saat ini, ungkapan Al Qur'an dapat dijadikan terapi untuk menyembuhkan penyakit belum bisa dibuktikan secara ilmiah-medis. Umat terdahulu (assabiqun al-awwalun) menerima begitu saja ungkapan tersebut dan mempraktikkan tanpa mempertanyakan apalagi membantahnya. Mereka cukup percaya dengan orang yang menyampaikan.

Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi kedokteran, kebenaran Al Qur'an dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dapat dibuktikan secara ilmiah. Salah satu buku yang mengungkapkan hal tersebut Lantunan Qur'an untuk Penyembuhan. Dalam buku terebut, Ir. Abd. Daim al-Kaheel menjelaskan, Al Qur'an dapat menyembuhkan penyakit psikis seperti depresi dan skizofrenia, dan penyakit biologis seperti kanker dan lepra.

Dengan bahasa yang sederhana, namun tanpa kehilangan kedalamannya, penulis menceritakan pengalaman pribadinya yang menderita penyakit menahun, maag dan sakit punggung, dan beberapa penderita penyakit lain yang melakukan pengobatan dengan terapi Qur'ani, serta dikokohkan hasil penelitian sejumlah peneliti terkemuka dari Barat. Terapi penyembuhan berbagai penyakit yang penulis lakukan cukup sederhana, setiap hari mendengarkan lantunan ayat-ayat Al Qur'an secara rutin. Ia bercerita, dalam sehari tak kurang dari 10 hingga 15 jam mendengarkan Al Qur'an. Dalam beberapa bulan, efek lantunan ayat yang didengar mulai terasa dan dalam tiga tahun sembuh total (hlm. 124-126).

Sound Healing
Mungkin diantara kita ada yang belum yakin jika suara dapat menyembuhkan penyakit. Ketahuilah, di Barat, pengobatan tak lagi bergantung pada pengobatan kimiawi. Selain mahal, pengobatan tersebut tidak sepenuhnya aman.

Dr. Mark Noble mengatakan, obat kanker kimia membunuh sekitar 70-100 persen sel sehat. Sementara sel kanker yang terbunuh hanya sekitar 40-80 persen (hlm. 49). Artinya, pengobatan kimia lebih besar dampak negatif (mafsadat) ketimbang dampak positifnya (maslahat).

Peneliti mencoba mencari obat alternatif yang lebih aman. Salah satu hasil penelitian menemukan pengobatan menggunakan suara (sound healing).

Pengobatan ini didasarkan pada sel yang merupakan unit paling dasar bagi angggota tubuh setiap saat mengalami getaran. Getaran sel dapat terpengaruh oleh berbagai macam getaran, seperti gelombang suara.

Suara yang masuk melalui telinga, berjalan melalui saraf pendengaran dengan panduan selaput pendengaran dalam otak, direspon oleh setiap sel dalam anggota tubuh. Suara inilah yang dapat mengubah penyimpanan getaran sel yang menyebabkan sakit (29-30).

Gelombang suara yang mempengaruhi kesegaran sel yang dapat meyehatkan tubuh sangat bergantung pada jenis suara yang didengar. Hanya suara-suara yang indah yang dapat mempengaruhi vitalitas sel.

Fabien Maman dan Joel Stemheimer pada tahun 1974 melakukan penelitian dengan memperdengarkan berbagai macam suara pada sel darah dari tubuh yang sehat. Ilmuwan sekaligus musisi tersebut menemukan bahwa setiap irama musik berpengaruh terhadap medan elektromagnetik dalam sel tubuh sesuai dengan suara yang didengar (hlm 32-34). Kata-kata yang indah dapat menyegarkan sel, dan sebaliknya, kata-kata kotor dan keji dapat meledakkan sel dan menyebabkan sakit.

Kita telah tahu bersama, Al Qur'an memiliki keserasian yang sempurna pada setiap kata dan hurufnya, keseimbangan dan keserasian irama, dan penuh dengan makna (hlm 53-58). Sebagai orang yang beriman, alangkah baiknya kita menjaga dan mengobati penyakit dengan firman Allah yang tak memiliki efek samping dan tak perlu bayar

Koran Madura, 22 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar