Selasa, 30 Agustus 2016

Narasi Nabi Sulaiman dalam Al Kitab dan Al Qur'an

Judul : Sulaiman: The Word's Greatest Kingdom History
Penulis : Manshur 'Abdul Hakim
Penerbit : Mizania
Terbitan : Maret 2016
Tebal : 233 halaman
ISBN : 978-602-1337-76-9
Dimuat di: Radar Madura Minggu 21 Agustus 2016

Nabi Sulaiman diceritakan dalam banyak kitab suci. Al Qur'an mengabadikan kisahnya dalam tujuh surah. Kitab suci umat Islam ini mengulang nama Sulaiman sebanyak 17 kali. Di antara narasi hidup Nabi Sulaiman adalah kisahnya dengan Ratu Balqis.

Kisah panjang lebar Nabi Sulaiman dengan Ratu Saba' terdapat dalam Surah Al-Naml (27): 20-44 dan Kitab Raja-Raja 1. Namun, narasi Nabi Sulaiman versi Al Qur'an dan Al Kitab tidak sama.


Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa Ratu Saba' (tanpa disebutkan namanya) menemui Raja Sulaiman --bangsa Yahudi hanya mengakui Sulaiman a.s. sebagai raja, bukan nabi-- setelah mendengar berita tentang dia dan kebijaksanaannya. Ratu Saba' menemui Raja Sulaiman di Jerusalem untuk membuktikan kebijaksanaannya.

"Ia (ratu negeri Syeba) datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo (Nabi Sulaiman), dikatakan segala yang ada dalam hatinya kepadanya.” (Kitab Raja-Raja I [10]: 2).

Penelusuran Mansyur 'Abdul Hakim, tidak ada isyarat apa pun dalam kitab suci itu tentang hubungan Nabi Sulaiman dengan Ratu Saba'. Juga tidak disebutkan unek-unek Ratu Saba' kepada Nabi Sulaiman. Hanya disebutkan bahwa Nabi Sulaiman memiliki 700 istri dan 300 selir (hlm. 103).

Dalam Al Qur'an diceritakan Ratu Saba' menemui Nabi Sulaiman setelah Nabi Sulaiman berkirim surat via burung Hud-hud. Perintah Nabi Sulaiman kepada burung Hud-hud diabadikan dalam QS. Al-Naml (27): 28.

"Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikan apa yang mereka bicarakan."

Ahli tafsir mengilustrasikan, Hud-hud membawa surat itu dan datang ke istana Ratu Balqis dan menjatuhkan surat itu kepadanya ketika dia sedang sendiri. Kemudian Hud-hud berhenti sebentar, menunggu jawaban sang ratu atas surat tersebut. Ratu kemudian mengumpulkan para pejabat, menteri, dan semua tokoh di negerinya dalam sebuah musyawarah (hlm. 88-89).

Dalam surat itu Nabi Sulaiman memerintahkan Ratu Balqis datang kepadanya. Nabi Sulaiman mengajak masuk Islam dan datang kepada dirinya dengan patuh. Namun, Ratu Balqis hanya mengirim utusan membawa hadiah-hadiah mewah kepada Nabi Sulaiman.

Dalam Kitab Raja-Raja 1 (10): 10 disebutkan bahwa hadiah-hadiah mewah yang dibawa terdiri dari 120 talenta emas, rempah-rempah yang sangat banyak, kayu cendana, dan batu permata yang mahal-mahal.

"Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah Tuhan dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi." (Kitab Raja-Raja 1 [10]: 11)

Namun, Al Qur'an menyebutkan Nabi Sulaiman menolak mentah-mentah hadiah itu. "Kembalilah kepada mereka! Sungguh, kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba') secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina." (Al Naml [27]: 37)

Sebelum Ratu Balqis datang sendiri, Nabi Sulaiman meminta di antara prajuritnya membawa singgasana Ratu Balqis. Abdullah ibn Syaddad mengatakan, saat itu Ratu Balqis berada pada jarak satu farsakh dari istana Nabi Sulaiman (hlm. 93).

Buku Sulaiman: The Word's Greatest Kingdom History menjadi menarik karena tidak hanya memberi wawasan sejarah Nabi Sulaiman dari dua kitab suci. Manshur 'Abdul Hakim menggali benda-benda peninggalan sang raja dan ratu yang masih tersisa dilengkapi dengan gambarnya. Jejak arkeologis Nabi Sulaiman dan Ratu Saba' bisa menjadi wisata sejarah baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar